Bab 4 prototipe dan kemasaan produk

A. konsep prototipe

1. Pengertian prototipe
     Prototipe merupakan contoh mewakili sebuah model suatu produk. prototipe berfungsi sebagai alat uji suatu konsep atau proses suatu produk sebelum produk tersebut diperbanyak dan dilemparkan ke pasaran.

Prototipe adalah perwujudan dari teori menjadi suatu produk berbentuk fisik. Prototipe sebuah produk  (purwa rupa produk) merupakan bentuk dasar dari sebuah produk.

2.  kategori dalam prototipe
     Kata prototipe dan model sering digunakan secara bersamaan, karena bisa dikatakan bahwa prototipe merupakan model suatu produk.

a. Prototipe sebagai pembuktian teori
     prototipe berfungsi sebagai pembuktian sebuah teori. artinya, prototipe jenis ini berfungsi untuk menguji suatu desain atau teori.

b. Prototipe bentuk
    Prototipe bentuk dibuat dengan maksud untuk memberikan informasi mengenai tampilan sebuah produk. prototipe bentuk hanya digunakan untuk memberikan umpan balik lagi bagi produsen mengenai bentuk umum dalam suatu barang.

c. Prototipe visual
    Merupakan prototipe yang dibuat sesuai dengan tampilan yuansa, material prototipe jenis ini tidak dimaksudkan untuk menggunakan sebenarnya hanya digunakan untuk uji akhir suatu produk prototipe visual sering digunakan sebagai model palsu.

Manfaat prototipe
Sebuah prototipe manfaat tertentu bagi perusahaan suatu produk berkaitan erat dengan kualitas pelanggan kualitas pelanggan keuntungan-keuntungan dalam menerapkan dalam pengujian suatu produk.

B. menyajikan desain prototipe kemasan produk
     Desain merupakan seluruh proses pemikiran akan menciptakan sesuatu dengan menggabungkan fakta, konstruksi. Desain adalah konsep pemecahan masalah rupa warna bahan teknik dan pemakaian yang diungkapkan dalam gambar dalam bentuk selain kemasan yang baik promosi atas produk yang ditawarkan juga merupakan hal promosi dari produk sangat erat dan perilaku sehingga dari perilaku konsumen.


Bab 5  proses kerja pembuatan prototipe produk barang dan jasa.

   
A. Proses kerja pembuatan prototipe (prototyping) produk barang dan jasa.

Membuat prototipe produk barang atau jasa membentukan ide cemerlang dan tangan dingin seorang desainer tentu saja seorang desainer harus melalui tahapan-tahapan dalam merencanakan suatu produk.

1. Tahapan-tahapan dalam proses kerja pembuatan prototipe.

     Proses perancangan atau desain produk terdiri atas serangkaian kegiatan yang berurutan sehingga dikatakan sebagai proses kerja perancangan atau proses kerja pembuatan prototipe.

a. Memformulasikan hasil riset pasar
     Bisa dikatakan titik tolak dalam tahapan kegiatan desain produk barang atau jasa adalah riset pemasaran.
 
      Riset ini dilakukan untuk produk yang benar-benar baru maupun untuk produk yang sudah ada pembangunan suatu riset dalam perusahaan akan menghasilkan sebuah gagasan atau ide untuk membuat suatu produk yang tentunya ide tersebut diperoleh dari data yang didapatkan saat reset itu sendiri dilakukan.

2. Faktor-faktor yang mempengaruhi prototipe dalam proses prototyping banyak hal yang mempengaruhinya.
Dalam kaitannya dengan proses produksi prototipe bisa diibaratkan sebagai artefak.

a.  fungsi sebagai produk
     Salah satu faktor yang mempengaruhi proses prototyping, yaitu kegunaan atau fungsi suatu produk misalnya, produk makanan akan berbeda dengan produk Minyak wangi dari hal pengendalian mutu peranan seorang supervisor mutu sangat berperan utama dalam hal mengumpulkan data statistik,
dan menyimpulkannya.

b. Standar dan spesifikasi desain
     Faktor lain yang juga menunjang dalam pembuatan desain produk barang dan jasa,yaitu spesifikasi dan standar desain suatu produk.

c. Tanggung jawab produk
     Terkadang ada konsumen yang mengeluarkan produk yang mereka gunakan. hal tersebut menjadi tanggung jawab pihak produsen. tanggung jawab produk merupakan salah satu bentuk tanggung jawab pihak produsen sebagai pembuat produk kepada konsumen akan keselamatan dan kenyamanan pemakai produk tersebut.

d. Harga dan volume
     Ada kaitannya antara harga dan volume atau jumlah produk yang akan dibuat biasanya untuk produk yang akan dibuat. berdasarkan pesanan harganya disesuaikan dengan volume yang dipesan dan juga desain produknya akan berbeda.

e.  Evaluasi prototipe
      Prototipe merupakan model produk yang pertama yang akan dibuat, prototipe ini memperlihatkan bentuk serta fungsi yang sebenarnya sehingga sebelum perusahaan memproduksi, maka prototipe diusahakan untuk dibuat terlihat dahulu.

B.  alur dan proses kerja pembuatan prototipe produk barang dan jasa

Setelah perencanaan, saatnya seorang wirausaha menentukan alur produksi, mulai dari pengolahan awal bahan baku pembentukan penyelesaian pengawasan mutu sehingga distribusi produknya.

1. Diagram alur proses produksi ( production Flow Chart Diagram)
 
    Dalam alur proses produksi yang berbeda produk misalnya diagram alur proses produksi konveksi sama sekali berbeda dengan diagram alur proses produksi pembuatan obat-obatan(farmasi).

2. Prosedur pengawasan mutu produk
     Pengawasan mutu adalah kegiatan yang dilakukan untuk menjamin bahwa proses yang terjadi akan menghasilkan produk sesuai dengan tujuan yang diinginkan kegiatan pengawasan mutu adalah valuasinya kinerja yang nyata proses dan membandingkan kinerja nyata proses dengan tujuan hal tersebut meliputi semua kegiatan dalam rangka pengawasan roti mulai dari bahan baku proses produksi hingga produk akhir.

3. Jenis-jenis pengawasan mutu
    Berkaitan dengan jenis-jenis pengawasan mutu, menurut prawirosentono (2004), terdapat empat jenis pengawasan mutu produk sebagai berikut.

a.  pengawasan mutu bahan baku
     Pengawasan mutu pada bahan baku berarti melakukan pengawasan terhadap bahan baku yang digunakan Apakah sudah sesuai dengan mutu yang direncanakan. hal ini perlu diamati sejak rencana Pembelian bahan baku penerimaan bahan baku di gudang penyimpanan bahan baku di gudang, Sampai dengan saat bahan baku tersebut akan digunakan.

b.  pengawasan proses produksi
      Pengawasan pada proses produksi dilakukan setelah bahan baku yang telah diterima gudang selanjutnya diproses untuk diolah menjadi barang jadi, dalam hal ini, selain cara kerja peralatan produksi yang mengolah bahan baku dipantau megah hasil kerja mesin-mesin tersebut dipantau, dengan cara statistik agar menghasilkan barang sesuai yang direncanakan sesuai dengan diagram alir produksi dapat dibuat tahap-tahap pengendalian mutu sebelum proses produksi berlangsung.

c.  pengawasan produk jadi
     Produk jadi harus dilakukan untuk mengetahui Apakah produk sesuai dengan mutu yang direncanakan atau tidak bila produk atau produk setengah jadi sesuai dengan bentuk ukuran dan standar mutu yang direncanakan maka produk-produk tersebut dapat digunakan dan dipasarkan 
(didistribusikan).

d.  pengepakan atau kemasan
      Hal yang juga penting dilakukan pengawasan yaitu pada saat pengepakan atau pengemasan kemasan merupakan alat untuk melindungi produk agar tetap dalam kondisi sesuai dengan mutu.

4.  pemecahan masalah mutu dengan statistik4
     sudah sejak lama metode statistik digunakan untuk membantu perusahaan dalam masalah tertentu yang kompleks Meskipun demikian metode statistik sebenarnya mempunyai ketentuan tertentu dalam pelaksanaannya.

5. Alat kendali mutu
    Dengan statistik quality control diperoleh alat bantu kendali mutu berupa diagram dan histogram.

   a.  diagram pengendali mutu (quality control chart)
         Dari tiap jenjang dalam kita dapat membuat suatu rancangan kerja pemantauan agar produk yang dihasilkan sesuai dengan mutu yang direncanakan.

b.  Histogram
     Dari diagram kontrol diagram kendali yang dikumpulkan secara statistik pada berbagai tahap atau jenjang kegiatan kita kemudian dapat membuat suatu program mutu Bila terdapat penyimpangan kita akan mengetahui beberapa besar penyimpangannya dan faktor apa yang menyebabkannya.

c. Peranan komputer
    Analisa prototipe pada suatu produk yang rumit biasanya akan lebih mudah dilakukan oleh komputer apalagi bisa perusahaan tersebut merupakan perusahaan yang besar maka pengawasan dengan sistem komputer akan mempermudah pengendalian mutu.

Komentar